Daerah  

Di jantung pusat pemerintahan provinsi jambi, sampah rumah tangga berserakan..

JAMBI – Pemandangan kontras dan memprihatinkan terlihat jelas di kawasan jalan belakang Kantor Gubernur Jambi, Telanaipura, Kota Jambi. Meski sebuah papan bicara berukuran besar dengan tulisan tegas “Dilarang Membuang Sampah di Sini” sudah berdiri kokoh, kesadaran masyarakat tampaknya masih jauh dari harapan. Sampah rumah tangga hingga limbah plastik terlihat masih menggunung dan berserakan tepat di bawah plang larangan tersebut.

 

Pantauan di lokasi pada Sabtu (23/5), tumpukan sampah ini tidak hanya merusak estetika pusat pemerintahan provinsi, tetapi juga mulai menimbulkan bau menyengat yang mengganggu para pengguna jalan yang melintas.

 

Menurut penuturan salah seorang warga sekitar yang kerap melintas, ibu Devi (40), aksi buang sampah sembarangan ini biasanya dilakukan pada malam atau dini hari saat kondisi jalanan sepi.

 

“Plang itu seperti pajangan saja, Mas. Orang-orang tetap saja melempar kantong sampah ke sana sambil lewat naik motor. Padahal ini lingkungan perkantoran pemerintah, harusnya bisa lebih tertib,” ujar Devi.

 

Faktor utama tetap bertahannya tempat pembuangan sampah (TPS) liar ini diduga karena:Rendahnya kesadaran kolektif warga akan kebersihan lingkungan.Minimnya pengawasan dan tindakan tegas (sanksi) dari pihak berwenang di lokasi tersebut.Ketiadaan bak penampungan resmi yang memadai di sekitar pemukiman terdekat.

 

Kondisi ini memicu kritik dari masyarakat luas yang meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi maupun Satpol PP untuk tidak tinggal diam. Warga berharap pemerintah tidak hanya sebatas memasang papan larangan, tetapi juga melakukan patroli berkala atau memasang kamera pengawas (CCTV).

 

Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga tersebut masih dibiarkan menumpuk menunggu giliran diangkut, sementara aroma tak sedap terus mengintai siapa saja yang lewat di belakang jantung pemerintahan Provinsi Jambi tersebut. (“)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *