Bimtek Digitalisasi Bantuan Sosial Dibuka di Kota Jambi, Mulyadi: Pastikan Data Akurat dan Penyaluran Tepat Sasaran  

Bimtek Digitalisasi Bantuan Sosial Dibuka di Kota Jambi, Mulyadi: Pastikan Data Akurat dan Penyaluran Tepat Sasaran

 

Jambi, 22 Mei 2026 – Pemerintah Kota Jambi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pengelolaan dan Penyaluran Bantuan Sosial yang ditujukan bagi seluruh agen dan pendamping sosial di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi yang diwakili oleh Asisten atau Kepala Dinas terkait, Mulyadi, di Aula Utama Kantor Walikota Jambi.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh kepala dinas, camat, lurah, serta ratusan peserta yang berperan langsung sebagai ujung tombak pendataan, verifikasi, dan pendampingan penerima manfaat bantuan sosial. Program ini merupakan langkah strategis Pemkot Jambi untuk beralih dari sistem manual ke sistem terintegrasi berbasis aplikasi, guna mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan .

 

Dalam sambutannya mewakili Wali Kota Jambi, Mulyadi menegaskan bahwa transformasi digital ini menjadi keharusan agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak dan membutuhkan, serta menghilangkan celah penyimpangan atau data yang tidak akurat.

 

“Peran Bapak/Ibu agen dan pendamping sangat krusial. Kalian adalah mata dan telinga pemerintah di lapangan. Dengan sistem digital, semua data akan terekam, tervalidasi, dan terlacak secara langsung. Tidak ada lagi ruang untuk klaim sepihak atau data ganda. Tugas utama kalian adalah menguasai sistem baru ini, memverifikasi data warga dengan teliti, dan memastikan penyaluran berjalan lancar dan aman,” ujar Mulyadi.

 

Ia juga menjelaskan bahwa sistem baru ini terhubung dengan basis data kependudukan, kemiskinan, dan data terpadu sosial lainnya, sehingga proses pembaruan dan verifikasi bisa dilakukan secara cepat dan otomatis. Setiap perubahan kondisi ekonomi atau kependudukan warga akan langsung terdeteksi, sehingga bantuan bisa berhenti atau ditambahkan sesuai kondisi riil .

 

Mulyadi berharap setelah mengikuti bimtek ini, seluruh peserta mampu mengoperasikan aplikasi, menginput data, hingga melaporkan kendala di lapangan dengan benar. “Jadilah penggerak perubahan. Bantu masyarakat memahami sistem ini, agar mereka juga tahu hak dan kewajibannya. Tujuannya satu: kesejahteraan masyarakat Kota Jambi semakin meningkat dan perlindungan sosial semakin kuat,” tambahnya.

 

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan dibekali materi teknis mulai dari cara penggunaan aplikasi, prosedur verifikasi berkas, penanganan keluhan, hingga pelaporan berkala. Nantinya, sistem ini akan menjadi satu-satunya acuan resmi dalam pengelolaan seluruh bantuan sosial, baik dari pemerintah pusat maupun program unggulan daerah seperti Kartu Bahagia dan program perlindungan sosial lainnya.

 

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi menambahkan, langkah ini juga bagian dari komitmen Kota Jambi menuju birokrasi modern dan berbasis data. “Kami ingin bantuan sosial bukan sekadar dibagikan, tapi terukur dampaknya. Ke depannya, semua proses mulai dari pendaftaran hingga pencairan akan bisa dipantau secara daring oleh siapa saja,” jelasnya.

 

Peserta menyambut baik kegiatan ini dan berjanji akan menerapkan ilmu yang didapatkan, demi pelayanan yang lebih baik dan tepat bagi warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *