Komisi III DPRD Kota Jambi Tinjau Langsung TPA Talang Gulo, Pengelolaan Sampah Jadi Sorotan

JAMBI — Komisi III DPRD Kota Jambi melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo, Selasa (15/9/2026). Kunjungan ini dilakukan guna memantau kondisi terkini serta proses pengelolaan sampah di tengah terus meningkatnya volume sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Jambi .

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Faruk, A.Md., didampingi Koordinator Komisi III serta Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Kota Jambi. Di lokasi, para anggota dewan meninjau sejumlah titik pengelolaan sampah dan berdialog langsung mengenai kendala yang dihadapi petugas lapangan .

Fungsi Pengawasan Dijalankan

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, S.E., yang menjelaskan bahwa kunjungan lapangan merupakan bagian tak terpisahkan dari fungsi pengawasan lembaga perwakilan rakyat .

“Kami ingin memperoleh gambaran faktual di lapangan. Pengelolaan sampah menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, kami harus memastikan penanganannya berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Kemas Faried .

Volume Meningkat, Kapasitas Tertekan

Salah satu fokus utama peninjauan adalah kapasitas tampung TPA Talang Gulo yang kian tertekan. Volume sampah harian Kota Jambi rata-rata mencapai 385–400 ton per hari, sehingga menuntut pengelolaan yang lebih optimal.

Komisi III mencatat beberapa hal penting:

 

– ✅ Kapasitas TPA semakin mendesak seiring pertambahan penduduk dan aktivitas kota

– ✅ Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengangkutan dan pengolahan

– ✅ Perlu sinergi antara Pemkot Jambi, DPRD, dan masyarakat untuk mengurangi sampah dari sumber

Bahan Evaluasi Kebijakan

Hasil peninjauan ini akan dijadikan bahan evaluasi dan masukan bagi penyusunan kebijakan pengelolaan persampahan ke depan. DPRD Kota Jambi mendorong adanya langkah strategis agar persoalan sampah tidak sekadar dipindahkan, melainkan diolah dan dikurangi secara berkelanjutan .

“Kami ingin pengelolaan sampah yang tidak hanya menyelesaikan masalah hari ini, tetapi juga menjamin lingkungan yang sehat bagi masa depan warga Kota Jambi,” tegas Kemas Faried.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *