Warga di sekitar pabrik tahu yang berada di kawasan Pematang Sulur, RT 03, mempertanyakan pengelolaan limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas produksi tahu. Warga menduga limbah cair tersebut dibuang ke aliran sungai kecil di sekitar lokasi.
Dugaan tersebut disampaikan warga kepada awak media. Menurut informasi yang diterima, air limbah dari proses produksi tahu diduga dialirkan atau dibuang ke sungai kecil yang berada di sekitar kawasan pabrik.
Saat dikonfirmasi awak media terkait pengelolaan limbah cair, Reni, yang disebut sebagai pihak dari pabrik tahu tersebut, mengatakan bahwa limbah ditampung di dalam tangki.
“Pembuangan limbah di dalam steki (tangki), ada empat tangki,” ujar Reni.
Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai kondisi dan kapasitas penampungan limbah tersebut serta ke mana limbah dibuang setelah tangki penuh, keterangan tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.
Reni juga menyinggung kedatangan sejumlah pihak ke lokasi pabrik.
“Kalau LSM dan wartawan banyak datang untuk minta uang saja dari kami,” ujar Reni.
Sementara itu, warga mempertanyakan apakah empat tangki tersebut mampu menampung limbah cair produksi dalam jangka waktu panjang.
Menurut warga, apabila air limbah tahu hanya ditampung dalam tangki, dalam waktu tertentu dikhawatirkan akan menimbulkan bau menyengat, terlebih jika limbah tersebut mengendap selama berminggu-minggu, berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Warga kemudian menduga terdapat kemungkinan limbah cair tersebut dialirkan ke sungai, namun dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan pemeriksaan dari instansi berwenang.
Reni juga menjelaskan bahwa pabrik tahu yang berada di Pematang Sulur tersebut telah berdiri cukup lama.
“Sudah bertahun-tahun berdiri, selama 16 tahun lebih,” kata Reni.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait apakah pengelolaan limbah cair pabrik tahu tersebut telah memenuhi ketentuan lingkungan, termasuk keberadaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kapasitas penampungan, serta pembuangan akhir limbah.
Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak DLH dan instansi terkait untuk memastikan kondisi pengelolaan limbah di lokasi tersebut.

